|
Serba Serbi
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
INILAH.COM, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Darmin Nasution mengaku kesulitan mencapai target penerimaan pajak dalam APBN 2009 sebesar Rp 697,3 triliun di tengah gejolak perlambatan ekonomi global. "Risiko untuk tidak tercapai itu besar. Kami masih menghitung risikonya. Jadi saya nggak mau bilang seberapa besar dulu," katanya kemarin. Untuk itu, pihaknya kemungkinan akan mengajukan revisi terhadap pencapaian target penerimaan pajak 2009 tersebut. "Kita telah membuat exercise atau perhitungan mengenai kemungkinan revisi atas target penerimaan pajak 2009. Kami sedang menghitung kira-kira dampaknya seperti apa, tetapi yang pertama adalah harus ada kesepakatan dulu mengenai perubahan-perubahan APBN 2009," tegasnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Serba Serbi
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
Penerimaan bea masuk dan keluar tergantung pada kondisi ekspor dan impor. VIVAnews - Penerimaan negara dari bea masuk dan keluar diprediksi turun sampai 30 persen. Hal tersebut bisa terjadi akibat penerimaan bea dan cukai juga ikut terimbas krisis ekonomi global. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi mengatakan, penerimaan bea masuk dan keluar tergantung pada kondisi ekspor dan impor. Sehingga, terganggunya perdagangan akibat perlambatan ekonomi global, maka ekspor impor juga akan terganggu.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Serba Serbi
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
Selain Soekarno Hatta, saat ini ada enam kantor bea dan cukai yang dinaikan statusnya. VIVAnews - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta ditingkatkan statusnya dari tipe A menjadi level Madia Pabean. peningkatan stastus ini, diresmikan langsung oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Supriyadi, Senin, 22 Desember 2008. Menurut Anwar peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen Dirjen Bea dan Cukai untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. "Harus lebih baik dan berubah," tutur Anwar di kantor Bea Cukai, Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Penegakan Hukum
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
dok/detikcom - Tanjung Balai - Petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan aksi penyeludupan ekstasi dari Port Klang, Malaysia. Ekstasi sebanyak 13.933 butir tersebut, nilainya setara Rp 2,1 miliar. Dalam kasus ini, seorang tersangka berhasil diamankan, yakni Abdul Hamid (58), warga Peudeung, Nanggroe Aceh Darussslam (NAD). Hingga Kamis 25/12/2008) malam, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Tanjung Balai. Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan (P2P) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai Teluk Nibung, Nazaruddin mengatakan, tersangka diamankan pada Rabu 24 Desember, saat turun dari kapal feri KM Aman 3 di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Penegakan Hukum
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
JAKARTA, SABTU - 27 Desember 2008 — Sepanjang tahun 2008, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, berhasil menyelamatkan kas negara sekitar Rp 9 triliun. Dana tersebut dari para pengimpor yang tidak melakukan kewajiban pembayaran pajak bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai 'Soetta' Eko Darmanto, Sabtu (27/12), ketika dihubungi Kompas.com. Ia menjelaskan, nilai tersebut meningkat sekitar 30 persen dari tahun 2007, yang hanya sebesar Rp 6 triliun. Angka ini terdiri dari 400 kasus upaya pemasukan barang tanpa penuhan kepabeanan. Sementara itu, untuk sanski administrasi, Bea dan Cukai Bandara berhasil mengumpulkan sebesar Rp 5,6 miliar.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 3 dari 5 |