|
|
Berita dan Artikel -
Impor
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Minggu, 25 Januari 2009 00:00 |
|
Persaingan Pasar Tekstil Dalam Negeri Makin Keras Yogyakarta, Kompas - Meskipun impor pakaian bekas telah dilarang pemerintah, pakaian semacam itu masih mudah ditemui di banyak tempat. Kondisi tersebut membuat persaingan pasar tekstil dalam negeri semakin keras. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DI Yogyakarta Jadin C Jamaludin, Kamis (22/1), menuturkan, dalam situasi krisis seperti sekarang, pengusaha teks-til dituntut pandai mencari peluang pasar. Selain tetap berupaya melakukan ekspor, mereka juga melirik pasar tekstil dalam negeri. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 220 juta, pasar dalam negeri sebenarnya sangat potensial. Namun, persaingan untuk masuk ke pasar menjadi lebih sulit karena harus bersaing dengan pakaian bekas impor. "Dibanding 2005, jumlah pakaian bekas impor kelihatannya memang sudah turun. Namun, produk seperti itu tetap masih ada di pasar," kata Jadin.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Berita dan Artikel -
Impor
|
|
Ditulis oleh beacukai-customs
|
|
Selasa, 20 Januari 2009 00:00 |
|
Pintu Impor Melalui Pos Lintas Batas Entikong Ditutup Sanggau, Kompas - Volume perdagangan dari Malaysia yang masuk Kalimantan Barat melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau, menurun hingga 80 persen. Penurunan terjadi menyusul pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 56 Tahun 2008. Penurunan yang dominan terlihat pada impor produk makanan dan minuman. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 56 Tahun 2008 merupakan revisi Permendag No 44/2008 tentang ketentuan produk impor tertentu. Peraturan itu mengatur impor produk garmen, alas kaki, barang elektronik, mainan anak-anak, serta makanan dan minuman hanya boleh diimpor melalui lima pelabuhan yang telah ditunjuk.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Berita dan Artikel -
Impor
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Selasa, 06 Januari 2009 00:00 |
|
Jumlah importir yang dilayani melalui implementasi tahap ketiga sistem akses tunggal ekspor-impor National Single Window (NSW) melonjak. Dari sebelumnya hanya melayani 146 perusahaan importir jalur prioritas dan mitra-mitra nonprioritas, menjadi 4.852 importir.
Sesuai peluncuran implementasi tahap ketiga NSW kemarin, Ketua Tim Teknis Implementasi NSW Susi Wijoyono memaparkan jumlah pemberitahuan impor barang di Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, dan Bandara Soekarno-Hatta pada 2008 mencapai 735.444 dokumen. Dari jumlah tersebut, yang dilayani melalui portal NSW sebanyak 469.732 (64 persen).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Berita dan Artikel -
Impor
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Jumat, 05 Desember 2008 00:00 |
JAKARTA–MI: Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mendesak Departemen Keuangan agar penerapan sistem pemeriksaan barang impor National Single Window (NSW) mencakup semua importir. Saat ini kebijakan yang melibatkan banyak departemen dan lembaga pemerintah nondepartemen itu hanya dilakukan terbatas pada sekitar 143 importir.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Berita dan Artikel -
Impor
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Jumat, 05 Desember 2008 00:00 |
JAKARTA: Tim persiapan sistem satu jalur kepabeanan (national single window/NSW) menegaskan perlu sosialisasi intensif kepada para importir, mengingat masih banyak pihak yang belum memahami secara persis prosedur dan mekanisme pelayanan impor.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|