|
|
Berita dan Artikel -
Penegakan Hukum
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
dok/detikcom - Tanjung Balai - Petugas Bea dan Cukai Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan aksi penyeludupan ekstasi dari Port Klang, Malaysia. Ekstasi sebanyak 13.933 butir tersebut, nilainya setara Rp 2,1 miliar. Dalam kasus ini, seorang tersangka berhasil diamankan, yakni Abdul Hamid (58), warga Peudeung, Nanggroe Aceh Darussslam (NAD). Hingga Kamis 25/12/2008) malam, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polres Tanjung Balai. Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan (P2P) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Dan Cukai Teluk Nibung, Nazaruddin mengatakan, tersangka diamankan pada Rabu 24 Desember, saat turun dari kapal feri KM Aman 3 di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Berita dan Artikel -
Penegakan Hukum
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Senin, 29 Desember 2008 00:00 |
|
JAKARTA, SABTU - 27 Desember 2008 — Sepanjang tahun 2008, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, berhasil menyelamatkan kas negara sekitar Rp 9 triliun. Dana tersebut dari para pengimpor yang tidak melakukan kewajiban pembayaran pajak bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Demikian hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai 'Soetta' Eko Darmanto, Sabtu (27/12), ketika dihubungi Kompas.com. Ia menjelaskan, nilai tersebut meningkat sekitar 30 persen dari tahun 2007, yang hanya sebesar Rp 6 triliun. Angka ini terdiri dari 400 kasus upaya pemasukan barang tanpa penuhan kepabeanan. Sementara itu, untuk sanski administrasi, Bea dan Cukai Bandara berhasil mengumpulkan sebesar Rp 5,6 miliar.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Berita dan Artikel -
Penegakan Hukum
|
|
Ditulis oleh Beacukai-Customs
|
|
Jumat, 05 Desember 2008 00:00 |
Brisbane, GhaboNews - Setelah kasus penahanan otoritas Bea Cukai Kupang atas kapal pesiar “Maralinga”, peserta “Sail Indonesia” 2008 jalur timur, sebanyak 20 kapal peserta Reli Atlantik untuk Kapal Pesiar (ARC) yang tiba di Bali Selasa (8/9) juga bernasib sama.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|