|
Republika Newsroom - TANGERANG -- Pembenahan sistem pelayanan keamanan dan kenyamanan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus dilakukan secara menyeluruh yang melibatkan antar institusi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. "Memang sejumlah petugas bandara banyak yang terlibat dalam proses pelayanan TKI," kata Kepala Divisi Pengamanan PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Soetta, M. Fariedh di Tangerang, Kamis.
Fariedh mengatakan, petugas bandara yang terlibat dalam pelayanan kepulangan TKI, yakni Keimigrasian, Bea Cukai dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sedangkan petugas keamanan bandara PT AP II Soetta hanya mengawasi. Sebelumnya, pembenahan sistem pelayanan terhadap TKI tersebut terkait dengan laporan perilaku kasar petugas bandara terhadap seorang TKI yang bernama Rina asal Jalan Kebantenan RT 02/05, Cilincing, Jakarta Utara. Rina menginformasikan, dirinya mendapatkan perlakuan kasar saat hendak pulang dari Los Angeles menuju Jakarta melalui Bandara Soetta pada beberapa waktu lalu. Petugas yang berinisial Is tersebut, hendak menanyakan status paspor Rina, namun nadanya kasar dan berlaga seperti preman yang meminta sesuatu. Fariedh menjelaskan, sebagai penanggung jawab keamanan di bandara, pihaknya kesulitan untuk mengatasi masalah perlakuan kasar yang diterima TKI dari sejumlah oknum petugas. Sementara itu, Kepala BNP2TKI, Moch. Jumhur Hidayat sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pelayanan TKI, yang dikonfirmasi melalui telepon selular tidak dapat dimintai komentarnya. antara/pur Sumber Tulisan : http://www.republika.co.id/berita/1425.html
|